Beberapa waktu lalu saya melihat ke salah satu situs informasi lokal mengenai topik-topik menarik untuk dibahas di blog ini. Tidak lama mencari saya menemukan satu tulisan yang benar-benar tidak bisa saya percaya. Topik ini berkaitan dengan penerus bangsa yang masih sangat muda, bahkan terlalu muda untuk terlibat dalam hal ini. Di tulisan tersebut juga diberikan juga bukti fotonya. Oke langsung saja ke permasalahannya.
Gambar di atas menunjukkan sekelompok anak SD yang sedang berjalan di atas trotoar melewati seorang pengemis. Terlihat salah satu anak perempuan menoleh ke belakang sambil mengacungkan jari tengah ke arah pengemis tua tersebut. Bahkan foto ini menjadi perbincangan hangat bagi pengunjung dunia maya, terutama di situs-situs luar negeri. Sungguh memalukan! Bagaimana bisa seorang pelajar (status pelajarnya jelas karena sedang memakai seragam sekolah) yang dikatakan ‘terdidik’ berperilaku seperti yang ditunjukkan pada gambar kepada seorang pengemis tua yang bahkan bisa dikatakan lebih tepat sebagai seorang ‘nenek’ bagi anak perempuan tersebut. Apa yang diajarkan orang tua di rumah dan guru di sekolah kepada anak tersebut menjadi pertanyaan besar. Sungguh memalukan!
Adapun foto yang lain mungkin sebagian besar dari kita sudah lama mengetahuinya. Inilah foto tersebut:
di samping ini mungkin sudah sering
kita lihat. Namun, belum tentu kita semua tahu siapa dia. Dia adalah
bocah perokok asal Sumatera Selatan yang bernama Ardi Rizal. Bocah ini
diketahui sudah menjadi perokok berat sejak berumur 2 tahun. Bayangkan
baru 2 tahun sudah menjadi perokok berat. Ketika saya seumur dia dulu
mungkin saya masih bermain dengan bola atau dengandot saya yang berisi
susu. Tapi lihatlah anak tersebut, sudah menjadi perokok berat di usia
yang masih sangat muda. Dan bagaimana bisa orang tuanya membiarkan dia
untuk mengisap rokok? Bahkan dikatakan Ardi sudah menghabiskan 40
batang rokok setiap hari. Orang tuanya mungkin gila, beginikah cerminan
bangsa kita? Saya rasa tidak, hanya beberapa ‘orang gila’ saja yang
punya pemikiran seperti itu. Yang ini sungguh gila, bahkan saya bisa
gila jika memikirkan “apa, bagaimana, mengapa?”
Ternyata berita tentang perilaku penerus bangsa kita yang
memalukan sudah menjadi ‘topik hangat’ di luar negeri. Dunia memang
sungguh mengandung kegilaan, terutama dunia Indonesia. Ketika kegilaan
menjadi kewajaran sudah menjadi tren di dunia kita, bagaimana bangsa
kita bisa maju? Saya rasa negara kita penuh dengan hal gila selain
kedua bocah penerus di atas. Salam blogger Indonesia
[sumber: http://dede-dedo.blogspot.com/2012/02/makin-merosotnya-moral-dan-etika.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter]
Saya juga mengutip dari Tabloid Bintang online yang mengatakan:
Situs Huffington Post, semacam
situs agregat kumpulan berita paling top se-Amerika, menempatkan berita
soal Ardi Rizal nomor dua paling banyak dibaca saat dicek Sabtu (29/5)
ini. Popularitasnya di situs itu hanya di bawah foto-foto mengejutkan
50 Cent yang kurus kering, Ardi bahkan berada di atas berita kematian
bintang cilik kesayangan Amerika, Gary Coleman. Di Huffington Post,
beritanya dikomentari hampir 2000 orang. Di You Tube, setidaknya ada
lebih dari 10 video Ardi sedang merokok dan ditonton ribuan orang
sejagad.
Lalu, Perez Hilton, sosok paling
tenar di jagad Twitter karena gosip-gosip dan komentarnya soal
selebriti, juga ikut-ikutan memberi link berita soal Ardi yang dimuat
koran Inggris, The Sun.
Koran The Sun memuat foto yang
disebut mereka “bikin syok” karena ada balita berumur 18 bulan merokok
40 batang sehari. Dikatakan, The Sun, kebiasan Ardi menghabiskan 3,7
poundsterling uang orang tuanya per hari. Ayah Ardi, dikutip mengatakan,
“Dia sepertinya sehat-sehat saja. Saya sih tak masalah.” Sementara
ibunya, dikutip mengatakan, “Dia (Ardi) sudah kecanduan. Jika tidak
diberi rokok, ia akan marah dan teriak-teriak lalu membenturkan
kepalanya ke dinding. Katanya, ia sakit dan pusing.”
Situs majalah Time juga ikut
memuat berita pendek soal Ardi dan mengawalinya dengan kalimat, “Ardi
Rizal, kau jelas punya masalah. Well, sungguh, orang tuamu juga.”
Sementara itu, koran Inggris
lain, Daily Mail, menyebut data yang mengatakan hampir 3 persen bocah
berusia 5 sampai 9 tahun di Indonesia adalah perokok aktif.
[sumber: http://dede-dedo.blogspot.com/2012/02/makin-merosotnya-moral-dan-etika.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter]



0 komentar:
Posting Komentar