Memuat...

KLINIK KONSULTASI

KLINIK KONSULTASI

2 Pemuda Ini Ditangkap Polisi Akibat Status FB

Written By Unknown on Jumat, 10 Oktober 2014 | 09.28

2 Pemuda Ini Ditangkap Polisi Akibat Status FB Yang Mengkritik Wali Kota – Lagi – lagi media sosial terbesar di Dunia alias buatan Mark Zuckenberg, FB membuat 2 pemuda ini ditangkap polisi akibat mengkritik wali kota lewat status FB nya. Tentu dengan hal ini, FB sering sekali dijadikan bahan olokan untuk orang – orang yang dibenci oleh para penggunanya, tentu ini bukanlah hal yang begitu baik.
Dua pemuda yang ditangkap oleh pihak berwajib tersebut memiliki inisial AS dan UD. Keduanya adalah aktivis di Lembaga Swadaya Masyarakat Humanis dan Amuk. Digelandang oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Polda Jateng pada Kamis (9/10) dini hari, penangkapan keduanya diduga terlibat pelanggaran UU ITE.
Wali Kota Tegal Siti Mashita selaku korban merasa dirugikan nama baiknya. Ia kemudian melaporkan kedua aktivitas tersebut ke polisi atas kata-kata kasar yang dituliskan di media sosial Facebook. Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo mengonfirmasikan hal tersebut.

“Benar yang bersangkutan kami tangkap atas dugaan transaksi elektronik,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng itu pada Viva dikutip hari Jumat (10/10).
Meski demikian, detail dugaan pencemaran nama baik yang dialami Siti Mashita masih enggan untuk dibeberkan. Menurut Djoko, polisi hanya menindaklanjuti laporan yang masuk dan senada dengan barang bukti kuat yang membuat aksi penahanan langsung bisa dilakukan.
Ia menambahkan, jika kritik saja tentu saja tidak mungkin ditangkap. Namun, pihaknya menerima laporan adanya dugaan pencemaran nama baik dan dugaan transaksi elektronik. Untuk saat ini keduanya masih dalam tahap pemeriksaaan.
“Sekarang masih dilakukan pemeriksaan. Yang bersangkutan
Tentu, dengan kejadian ini bisa kita jadikan pelajaran jika kita tak bisa membuat status seenaknya di FB./ by Rizal Ramli/i Berita

Gara-Gara Percakapan di FB, Cewek Ini Hamil

Gara-Gara Percakapan di FB, Cewek Ini Hamil – Lagi – lagi, media sosial seperti FB memakan korban kali ini memakan korban seorang cewek, hal ini dikarenakan percakapan dengan orang yang tak dikenal. Diketahui, pemuda tersebut berinisial PD (18 tahun) berhasil merayu WT (17 tahun). Gara – gara rayuan mautnya, kini WT sedang mengandung buah hatinya dengan PD.
Waktu demi waktu pun berlalu, kedua orang yang belum muhkrimnya kemudian menjalin asmara terlarang. PD diketahui lari dari tanggung jawab. Terpaksa, diapun ditangkap dan dijebloskan ke tahanan Mapolres Tanjung Perak Surabaya usai menerima laporan dari keluarga korban. Di hadapan penyidik, PD mengaku mengenal WT dari FB, yang ternyata masih tetangganya sendiri. Memang, awalnya PD tidak tahu kalau WT itu juga tinggal di Jalan Teluk Nibung. Karena itu, diapun bebas melancarkan rayuan mautnya ke WT melalui chatting via FB.
Dirasa sudah masuk dalam perangkap PD, ia pun langsung mengajak WT ke rumahnya pada bulan Mei 2013 lalu. Pada bulan Mei itulah, PD kaget jika WT ternyata tetangganya. Setelah mengetahui jika WT adalah tetangganya, PD pun tak canggung lagi untuk merayu WT dengan rayuan maut dan rayuan gombalnya.
Saat rumah PD tengah kosong karena kedua orangtuanya pergi, dia pun melucuti pakaian WT di dalam kamarnya. Karena terbuai dengan rayuan gombal PDP, WT-pun tidak menolak saat diajak berhubungan intim layaknya suami istri.
Dengan kejadian inilah, kita bisa mengambil pelajaran jika kita jangan sampai terlena dan mudah terayu oleh percakapan yang dilancarkan oleh orang yang belum pernah kita kenal sama sekali./ Posted on Oct 10 2014  by Rizal Ramli / i Berita

10 Kasus Menyusui tidak Lazim yang Paling Unik dan Aneh

Menjadi seorang ibu adalah anugerah. Ketika kamu sudah menikah dan telah melahirkan, menyusui anak yang sangat kamu cintai merupakan kebahagiaan. Karena kamu akan memberikan seluruh kasih sayangmu pada anakmu itu.

Namun bagaimana jika kasusnya adalah seorang perempuan menyusui yang bukan anaknya? Tidak hanya sekedar bukan anaknya, namun ada kasus di mana ibu-ibu ini bahkan menyusui hewan! Dan bukan hanya ibu yang menyusui hewan, hewan-hewan bahkan ada pula yang menyusui hewan lain yang bukan jenisnya. Apakah itu juga masih termasuk kasih sayang? Tak percaya? Hmm...sepertinya kamu harus melihat informasi berikut ini, dan percayalah!

Berikut 10 Kasus Menyusui tidak Lazim yang Paling Unik dan Aneh:

1. Manusia Menyusui Monyet 


Ungkapan bahwa tinggal di sekitar monyet mungkin pas untuk pasangan suami istri yang tinggal di Nanyang, China ini. Huang Aiqing (34) adalah seorang pelatih monyet dan istrinya, Jiao Xinshen (27) bersedia menyusui monyet-monyet kecil ini. Xinshen mengakui, "Aku merasa mereka seperti anak-anak kami. Seringkali beberapa bayi monyet datang ke tempat tidur kami di malam hari dan mulai menyusu kepadaku."

2. Manusia Menyusui Anjing 

 Terri Graham, seorang perempuan dengan dua anak tidak menyusui anak-anaknya. Graham memenuhi kewajibannya sebagai seorang ibu dengan menyusui anjing milik putrinya yang berusia 9 tahun, bernama Spider. Meski dianggap aneh, Graham mengakui bahwa menyusui bayi anjing selama 2 tahun itu membuatnya merasa seperti seorang ibu yang lebih baik lagi. Aneh?

3. Sapi Menyusui Manusia

 Jika di Amerika Serikat masalah ibu menyusui masih menjadi kontroversi dengan pemberian susu formula, maka di Kamboja perempuan menyusui menjadi pemenang, meskipun itu adalah seekor sapi. Semenjak usia 18 bulan setelah sang ibu meninggalkan Kamboja untuk bekerja, Tha Sophat memilih untuk mencari kebutuhan ASI dari seekor sapi. Dan meski memang susu sapi itu bermanfaat, namun membayangkan harus menyusu langsung kepada sapi itu akan cukup aneh dan konyol.

4. Anjing Menyusui Harimau
Siapa bilang kamu tak bisa membujuk seekor anjing betina dewasa? Coba lihat kasus ini. Ketika sang induk harimau tak memiliki cukup ASI untuk anak-anaknya, seorang penjaga kebun binatang di Hefei, China akhirnya 'meminta tolong' induk anjing ini untuk menyusui bayi-bayi harimau lucu yang baru berusia sebulan ini.

5. Anjing Menyusui Panda Merah

Di sebuah kebun binatang di China utara, anjing-anjing dari pertanian lokal bersedia menyusui bayi-bayi panda merah langka yang ditinggalkan oleh induk mereka saat lahir. Untung saja panda merah ini lebih berukuran menyerupai rakun dengan ekor lebat panjang. Karena membayangkan anjing-anjing menyusui bayi panda yang lebih besar, akan cukup aneh.

6. Manusia Menyusui Harimau

 Seorang perempuan bernama Hla Htay (40) mungkin cukup berani. Perawat yang bekerja di Yangon Zoological Gardens di Myanmar ini bersedia menyusui bayi-bayi hewan di sana. Atas dasar kasihan, Htay bahkan menawarkan memberikan ASI kepada bayi-bayi harimau. Semoga saja bayi-bayi harimau itu belum memiliki gigi taring tajam seperti induk mereka.

7. Domba Menyusui Kambing

Tak hanya seorang manusia yang bisa menunjukkan rasa cintanya. Hewan pun demikian, sekalipun harus ke hewan lain. Seperti kasus yang dialami oleh induk domba ini. Tanpa berpikir panjang, sang domba bersedia menyusui seekor bayi kambing bernama Annie. Lucu bukan?

8. Anjing Menyusui Harimau (Lagi)

 Cinta seorang ibu tak terbalas. Hal ini dialami oleh Cora, seekor bayi harimau berusia 2 bulan yang diadopsi oleh anjing betina berusia 4 tahun. Cora terlahir di sebuah sirkus dan ditolak induknya. Dan dengan lapang dada sepertinya anjing betina ini membiarkan Cora menyusu padanya bersama seekor anaknya. Sungguh terlihat manis dan penuh damai.

9. Kambing Menyusui Kuda

 Apakah kamu terdengar tak percaya ketika ada seekor bayi kuda menyusu kepada induk kambing? Kalau begitu kamu harus pergi ke Afrika Selatan. Karena di sana, bayi-bayi kuda tanpa canggung menyusu pada induk kambing. Lucunya, sang bayi tampak lebih besar dari induk yang menyusui mereka.

10. Manusia Menyusui Agouti 

Di barat laut negara bagian Maranhao hiduplah suku Awa-Guaja. Awa-Guaja adalah salah satu suku pedalaman nomaden di benua Amerika. Hubungan suku ini dengan alam begitu kuat. Bahkan perempuan lokal asli di sana, tak canggung menyusui bayi-bayi hewan liar bersamaan dengan bayi mereka sendiri.
sumber : 10 Kasus Menyusui tidak Lazim yang Paling Unik dan Aneh Posted by: Risalahati Dedic Ahmad  
 
 

Duh! Nenek di Thailand Bunuh Diri dengan Loncat ke Kandang Buaya

Seorang wanita Thailand bunuh diri dengan melompat ke dalam kolam buaya di sebuah peternakan terkenal, Peternakan Samut Prakan. Peternakan yang berada di pinggiran ibukota Bangkok itu biasa dikunjungi para turis.

Dilansir dari AFP, Selasa (16/9/2014), insiden bunuh diri ini terjadi pada hari Jumat (12/9) lalu, saat jam buka peternakan yang juga berfungsi sebagai kebun binatang itu. Akibatnya kejadian tersebut menarik perhatian para pengunjung yang sedang memberi makan reptil berbahaya itu dari trotoar. Identitas korban tak disebutkan.

Menurut seorang Polisi Provinsi Samut Prakan, Preecha lam-nui, wanita berumur 65 tahun itu melompat dari jalan setapak ke tengah kolam yang berisi ratusan buaya dewasa. Peternakan tersebut berada kira-kira sekitar 1 jam dari Bangkok.

"Adiknya mengatakan korban menderita stres dan depresi," kata Preecha.

Peraturan keselamatan di tempat wisata di Thailand, yang meliputi harimau dan peternakan buaya, memang kerap longgar. Peternakan Samut Prakan hanya memiliki pagar dengan tinggi beberapa meter saja agar pengunjung, termasuk anak-anak, dapat memberikan makan reptil tersebut.
(ear/ita) / Detik News

Mengguncang Bayi Sampai Mati, Ibu di Australia Dipenjara Tujuh Tahun

Ilustrasi
Seorang ibu di Queensland dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena dinyatakan bersalah membunuh bayinya yang berusia 7 minggu karena mengguncang ; tubuh bayi tersebut dengan keras guna menghentikan tangisnya.

Dalam persidangan di Mahkamah Agung Queensland yang bersidang di Cairns, wanita berusia 39 tahun yang identitasnya dilindungi ini mengaku bersalah atas tuduhan penganiayaan.

Dia memanggil ambulans ke rumahnya di Smithfield bulan Agustus 2012, pada awalnya mengatakan bayinya mengalami kejang-kejang setelah dia menyusuinya dan bayinya tidak lagi bernapas.

Otopsi menemukan bahwa bayi tersebut meninggal karena cedera otak.

"Cedera itu mirip dengan sindroma bayi yang diguncang terlalu keras, menyebabkan cedera sehingga otaknya membengkak." kata jaksa penuntut Nathan Crane.

Bayi tersebut juga mengalami dua cedera di batok kepalanya, pipinya bengkak dan bibir dalamnya berdarah.

Pada awalnya si wanita membantah dia yang menyebabkan kematian anaknya, namun ; mengaku kepada seorang petugas dua bulan kemudian bahwa dia mengguncang bayi tersebut dan menamparnya agar sang bayi berhenti menangis.

Wanita ini kemudian didakwa melakukan pembunuhan bulan Januari 2013 dan sejak itu menjalani tahanan.

Tuduhan kemudian diturunkan menjadi penganiayaan, dan dia menyakan diri bersalah.

Wanita ini sebenarnya sudah memiliki delapan anak, termasuk bayi kembar dari bayi yang meninggal.

Dalam sidang pengadilan disebutkan bahwa Departemen Keselamatan Anak-anak di masa lalu sudah terlibat karena anak-anak dari wanita tersebut ditelantarkan. Lima diantaranya sekarang sudah dijadikan anak angkat keluarga lain.

Pengacaranya Joshua Trevino mengatakan bahwa si wanita tampaknya "tidak memiliki kemampuan untuk membesarkan keluarga."

Dikatakan ketika bayinya meninggal, wanita tadi tidak memiliki pasangan, dan juga mengurusi anak lain berusia dua tahun dan juga bayi kembarnya.

"Tindak kekerasan yang dilakukannya disebabkan karena rasa frustrasi dan kemarahan yang dimilikinya." kata Trevino.

"Dia mengatakan tidak bermaksud melukai atau menganiaya anaknya. Dia mengaku tidak memiliki alasan mengapa dia melakukan hal tersebut." tambah Trevino./ BC AUSTRALIA/DetikNews/(nwk/nwk)

Ini Bedanya Cara Mendidik di Indonesia, Korsel, dan Amerika

Kurikulum pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara Korsel dan AS. Pengalaman itu dibagi oleh Ms Baek Ji-young (24) guru sekolah dasar dari Korsel.

Ms Baek telah dua kali mengikuti pertukaran guru. Sebelum ke Indonesia, ia pernah berkesempatan menjadi guru SD di Amerika.

"Bagi saya ini yang kedua kalinya. Sebelumnya saya pernah di Amerika dengan misi pertukaran guru di sana," ujar Ms Baek saat berbincang-bincang dengan detikcom di ruang kerja Kepala Sekolah SDN 12 Rawamangun Pagi, Jakarta Timur, Jumat (10/10/2014).

Baek mengatakan dari segi fasilitas dan ruang kelas sekolah di Amerika jauh berbeda. Sementara di Korea dan Indonesia memiliki kapasitas sederhana dan simpel.

"Kalau di Amerika kelasnya lebih besar dan mereka memiliki fasilitas yang lengkap. Kondisi ini berbeda dengan di sini, sementara di Korea tidak jauh berbeda," ujarnya.

Hal yang menarik lainya murid-murid di sekolah Amerika diperkenankan membawa laptop atau Ipad. Lantaran kedua gadget itu merupakan salah satu media pembelajaran.

"Tak seperti di Korea atau Indonesia, murid di sana sudah tidak membawa buku. Justru buku-buku itu sudah disediakan di kelasnya masing-masing," ujarnya

Dalam segi pemberian hukuman terhadap siswa nakal, Amerika dan Korea memiliki metode yang berbeda.

"Kalau di Indonesia guru harus teriak untuk meminta anak murid yang ribut untuk diam di kelas, sedang di sana kami cukup tinggalkan mereka hingga tenang. Sementara jika ada siswa yang nakal di Amerika akan diserahkan kepada guru khusus, sementara kami hanya memberikan konseling, sehingga tidak ada pemberian hukuman," ujarnya.

Baek mengaku tak ada batasan antara murid dengan guru membuat suatu keharmonisan sehingga timbul rasa hormat.

"Sejauh ini murid-murid di sini sangat respect dengan gurunya," ungkapnya./ Edward Febriyatri Kusuma - detikNews

Makin Merosotnya Moral dan Etika Generasi Penerus Bangsa


Beberapa waktu lalu saya melihat ke salah satu situs informasi lokal mengenai topik-topik menarik untuk dibahas di blog ini. Tidak lama mencari saya menemukan satu tulisan yang benar-benar tidak bisa saya percaya. Topik ini berkaitan dengan penerus bangsa yang masih sangat muda, bahkan terlalu muda untuk terlibat dalam hal ini. Di tulisan tersebut juga diberikan juga bukti fotonya. Oke langsung saja ke permasalahannya.

Gambar di atas menunjukkan sekelompok anak SD yang sedang berjalan di atas trotoar melewati seorang pengemis. Terlihat salah satu anak perempuan menoleh ke belakang sambil mengacungkan jari tengah ke arah pengemis tua tersebut. Bahkan foto ini menjadi perbincangan hangat bagi pengunjung dunia maya, terutama di situs-situs luar negeri. Sungguh memalukan! Bagaimana bisa seorang pelajar (status pelajarnya jelas karena sedang memakai seragam sekolah) yang dikatakan ‘terdidik’ berperilaku seperti yang ditunjukkan pada gambar kepada seorang pengemis tua yang bahkan bisa dikatakan lebih tepat sebagai seorang ‘nenek’ bagi anak perempuan tersebut. Apa yang diajarkan orang tua di rumah dan guru di sekolah kepada anak tersebut menjadi pertanyaan besar. Sungguh memalukan!

Adapun foto yang lain mungkin sebagian besar dari kita sudah lama mengetahuinya. Inilah foto tersebut:
di samping ini mungkin sudah sering kita lihat. Namun, belum tentu kita semua tahu siapa dia. Dia adalah bocah perokok asal Sumatera Selatan yang bernama Ardi Rizal. Bocah ini diketahui sudah menjadi perokok berat sejak berumur 2 tahun. Bayangkan baru 2 tahun sudah menjadi perokok berat. Ketika saya seumur dia dulu mungkin saya masih bermain dengan bola atau dengandot saya yang berisi susu. Tapi lihatlah anak tersebut, sudah menjadi perokok berat di usia yang masih sangat muda. Dan bagaimana bisa orang tuanya membiarkan dia untuk mengisap rokok? Bahkan dikatakan Ardi sudah menghabiskan 40 batang rokok setiap hari. Orang tuanya mungkin gila, beginikah cerminan bangsa kita? Saya rasa tidak, hanya beberapa ‘orang gila’ saja yang punya pemikiran seperti itu. Yang ini sungguh gila, bahkan saya bisa gila jika memikirkan “apa, bagaimana, mengapa?”

Saya juga mengutip dari Tabloid Bintang online yang mengatakan:

Situs Huffington Post, semacam situs agregat kumpulan berita paling top se-Amerika, menempatkan berita soal Ardi Rizal nomor dua paling banyak dibaca saat dicek Sabtu (29/5) ini. Popularitasnya di situs itu hanya di bawah foto-foto mengejutkan 50 Cent yang kurus kering, Ardi bahkan berada di atas berita kematian bintang cilik kesayangan Amerika, Gary Coleman. Di Huffington Post, beritanya dikomentari hampir 2000 orang. Di You Tube, setidaknya ada lebih dari 10 video Ardi sedang merokok dan ditonton ribuan orang sejagad.

Lalu, Perez Hilton, sosok paling tenar di jagad Twitter karena gosip-gosip dan komentarnya soal selebriti, juga ikut-ikutan memberi link berita soal Ardi yang dimuat koran Inggris, The Sun.

Koran The Sun memuat foto yang disebut mereka “bikin syok” karena ada balita berumur 18 bulan merokok 40 batang sehari. Dikatakan, The Sun, kebiasan Ardi menghabiskan 3,7 poundsterling uang orang tuanya per hari. Ayah Ardi, dikutip mengatakan, “Dia sepertinya sehat-sehat saja. Saya sih tak masalah.” Sementara ibunya, dikutip mengatakan, “Dia (Ardi) sudah kecanduan. Jika tidak diberi rokok, ia akan marah dan teriak-teriak lalu membenturkan kepalanya ke dinding. Katanya, ia sakit dan pusing.”

Situs majalah Time juga ikut memuat berita pendek soal Ardi dan mengawalinya dengan kalimat, “Ardi Rizal, kau jelas punya masalah. Well, sungguh, orang tuamu juga.”

Sementara itu, koran Inggris lain, Daily Mail, menyebut data yang mengatakan hampir 3 persen bocah berusia 5 sampai 9 tahun di Indonesia adalah perokok aktif.

Ternyata berita tentang perilaku penerus bangsa kita yang memalukan sudah menjadi ‘topik hangat’ di luar negeri. Dunia memang sungguh mengandung kegilaan, terutama dunia Indonesia. Ketika kegilaan menjadi kewajaran sudah menjadi tren di dunia kita, bagaimana bangsa kita bisa maju? Saya rasa negara kita penuh dengan hal gila selain kedua bocah penerus di atas. Salam blogger Indonesia



[sumber: http://dede-dedo.blogspot.com/2012/02/makin-merosotnya-moral-dan-etika.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter] 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HENDRI PINAYUNGAN SITOMPOEL - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger